Kritik

Published by

on

kritik-300x225

KRITIK

Seringkali, orang yang hebat ialah orang yang telah mampu melewati badai kritik dari lingkungannya. Ketika ia dikritik, bukanlah marah yang ditunjukkan, tapi introspeksi diri yang ditujukan.

Banyak orang yang karena sudah merasa hebat, tak senang dengan adanya kritik. Orang yang mengkritik ini kemudian dibungkam dengan beragam cara. Mulai dari dihilangkan dari jejaring pertemanan, hingga bila ia berkuasa, akan dienyahkan dari lingkaran kekuasaan.

Ketahuilah, kritik itu hadir dari kepedulian. Ia bukan makian yang hadir dari kebencian. Bukan pula jebakan yang hadir dari kedengkian.

Kritik itu penting bagi seseorang, apapun posisi dia. Sebagai individu, kita perlu dikritik sahabat-sahabat terdekat kita, agar kita bisa mengevaluasi diri. Sebagai atasan, kita perllu dikritik orang yang berada di bawah hierarki kita, agar tak lupa dengan amanah yang diemban. Sebagai pemerintah, kita perlu dikritik oleh rakyat, agar tetap sejalan dengan kemaslahatan.

Bila kita kemudian benci terhadap kritikan, maka perlulah kita melihat apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita. Apakah memang kritikan itu salah tujuan? Atau justru kita telah terbutakan akan kebenaran?

Berhati-hatilah dengan sikap anti kritik. Ia bisa membawa pada penyakit Kesombongan. Sombong itu bermakna, ‘menolak kebenaran dan menganggap rendah orang lain’.

Orang yang menolak kritik jelas tak senang dengan kebenaran. Bisa jadi karena dua alasan. Pertama, karena ia merasa semua perbuatannya adalah benar. Atau dia memang tidak senang akan kebenaran.

Orang yang menolak kritik pun akan menganggap rendah orang lain. Dianggapnya, siapapun yang menolaknya adalah perlawanan. Apapun yang menghalanginya harus dienyahkan. Padahal, jalan yang ditempuhnya itulah yang akan membawanya pada kebinasaan.

Bagi kita, sebaiknya bijak dalam menghadapi kritik. Kadang kala, orang lain lebih mampu menemukan kekurangan kita dibandingkan diri kita sendiri. Sebab, kita masih sibuk mengurusi orang lain sampai lupa memuhasabah diri. Orang-orang yang mengkritik kita kemudian menasihati kita agar memperbaiki diri jangan dilepas. Justru Merekalah sahabat-sahabat terbaik kita yang tak ingin sekadar bersahabat di dunia, tapi sahabat sesurga.

Bukanlah sahabat yang baik, bila ia selalu membenarkan perbuatan kita, padahal itu jelas sebuah kesalahan. Bukanlah pula rakyat yang baik, bila ia mendiamkan pemerintahnya di saat ada perbuatan yang tak patut dibiarkan. Menjadi sahabat yang baik, ketika kita mau menasihati di saat sahabat kita salah. Juga menjadi rakyat yang baik, saat kita mau mengkritik pemerintah. Keduanya didasari atas kepedulian. Peduli akan kehidupan sahabat, juga kepedulian terhadap tanah air.

Begitu pula saat kita ingin mengkritik. Kritik itu diberikan sesuai dengan fakta dan berasal dari kepedulian. Bukanlah kritik bila disebabkan karena ingin mencelakakan. Bukanlah kritik bila diasaskan pada kebencian. Kritik yang sehat berdasarkan kenyataan dan dirangkai dengan nasihat bersemangat perbaikan.

Mari, bijak menghadapi kritik dan mengkritiklah dengan sehat.

-famajiid-

Leave a comment

Previous Post
Next Post