Pada hari Selasa, 11 Juni 2024, Universitas Islam Indonesia mengadakan acara #SoreNyastra untuk kali ketiga. Tema yang diangkat pada kesempatan ini adalah “Bumi Palestina”. Tema ini diambil sebagai bentuk solidaritas UII dengan rakyat Palestina yang hingga hari ini masih tertindas dalam genosida tak berujung.
Dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan ikut menyumbangkan puisi untuk dibacakan. Tercatat ada 24 puisi yang dibacakan dalam acara ini. Puisi-puisi ini nantinya akan dibukukan oleh UII.
Bersama dengan warga UII lain, saya turut menyumbangkan sebuah puisi. Puisi itu saya beri judul Palestina Merdeka, Zionisme Runtuh.
PALESTINA MERDEKA, ZIONISME RUNTUH!
Di tengah malam yang gelap
Cahaya lilin akan jauh lebih tampak
Dari gemintang yang mengerlap
Sebab ada jarak yang memberi dampak
.
Di tengah padang gurun gemersang
Setetes air akan jauh lebih nikmat
Dari gelombang laut yang menjelang
Sebab ada waktu yang menderap cegat
***
Politik kita boleh gonjang-ganjing
Tapi solidaritas kita harus terus berdering
.
Ekonomi kita boleh pontang-panting
Tapi bantuan kita tak akan pernah mengering
.
Keimanan kita boleh compang-camping
Tapi mustahil bagi kita duduk bergeming
.
Sebab ada keyakinan yang tertanam di dada
Bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa
***
Bahkan di kala sinar surya sirna
Oleh bilas badai penuh gemuruh
Jika masa yang ditentukan telah tiba
Cahaya muncul gelap meluruh
.
Bahkan di kala zionis memuncak jaya
Oleh gilas rudal gedung-gedung rubuh
Jika ketetapan Tuhan telah tiba
Palestina merdeka zionisme runtuh
.
Palestina Merdeka!
Zionisme Runtuh!
Palestina Merdeka!
Zionisme Runtuh!
.
Yogyakarta, 10 Juni 2024
***
Penampilan pembacaan puisi tersebut dapat disaksikan dalam video berikut
Video acara secara lengkap disiarkan melalui YouTube UII
Semoga Allah Swt. memerdekakan Palestina. Amiin.

Leave a comment