Melawat Kembali Riwayat Demokrasi

Published by

on

Dalam dua bulan terakhir, saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi “Majelis Bentala Syuhada”. Kajian ini merupakan kerjasama antara Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara dengan Masjid Syuhada, Kotabaru, Yogyakarta. Saya mengisi sebuah seri kajian yang terbagi ke dalam empat pertemuan. Topik besar yang diangkat ialah “Melawat Kembali Riwayat Demokrasi”.

Atas rekomendasi beberapa teman, saya mengunggah video diskusi tersebut yang kami ambil dari YouTube Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara dan file Power Point yang kami presentasikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kawan-kawan sekalian.

Pertemuan 1 | Demokratisasi: Demokrasi sebagai Proses

Di antara ratusan definisi atas demokrasi, pendekatan demokrasi sebagai sebuah proses (demokratisasi) menjadi penting untuk didiskusikan di tengah tahun pemilu ini. Terdapat dua arus pemikiran utama dalam peninjauan terhadap demokratisasi. Kelompok pertama berangkat dari teori modernisasi, yang melihat bahwa demokratisasi sebagai proses linear yang dimulai oleh Barat untuk kemudian diikuti oleh peradaban lainnya. Di sisi lain, kelompok pemikiran konflik sosial melihat demokratisasi sebagai sebuah proses dinamis dalam distribusi sumber daya ekonomi dan politik.

Pertemuan 2 | Demokrasi Melintas Batas

Bagaimana kita memahami proses demokratisasi di berbagai belahan dunia? Proses demokratisasi antara satu negara dengan negara lainnya tidaklah serupa. Ada proses yang menjadikannya khas dari negara lainnya. Sementara itu, dalam perkembangan terbaru pemikiran atas demokrasi, beberapa ahli mulai memikirkan demokrasi yang tidak lagi dibatasi oleh teritori negara. Bagaimana pula kita membayangkan demokrasi yang melintasi batas-batas negara? Apalagi, di masa kini hingga mendatang, kita tidak lagi dihadapkan pada hubungan internasional, yang lebih banyak melibatkan negara-bangsa, tetapi juga pada hubungan transnasional, dengan aktor-aktor dan isu-isu yang semakin beragam.

Pertemuan 3 | Demokrasi Non-Barat

Dapatkah kita mendemokratisasi konsep demokrasi? Demokrasi sejatinya percaya akan kesetaraan antar manusia dan kebijaksanaan dapat timbul jika terjadi pertentangan ide di antara manusia. Akan tetapi, ketika kita menelisik teori dan konsep terkait demokrasi, akan kita temukan dominasi kulit putih dan Barat sebagai pengembangnya. Sementara hari ini, kita temukan demokrasi telah diadopsi sebagai sebuah sistem di berbagai negara. Adakah lokalitas dari demokrasi di negara-negara tersebut? Sejauh mana lokalitas mengritik klaim universalitas demokrasi?

Pertemuan 4 | Demokrasi dan Islam

Apakah Islam kompatibel dengan demokrasi? Atau justru pertanyaannya ialah, apakah demokrasi kompatibel dengan demokrasi? Di mana saja titik temu dan titik tolak di antara keduanya? Sejauh mana Islam menerima demokrasi dan demokrasi dapat menerima Islam? Berbagai pertanyaan tersebut seringkali hinggap dalam pikiran kita ketika membincangkan Demokrasi dan Islam. Diskusi penutup dari seri Menilik Kembali Riwayat Demokrasi di Majelis Bentala Syuhada akan mencoba untuk menguraikan berbagai kerumitan di antara keduanya.

Leave a comment