ROSENFELD, B. (2021). The Autocratic Middle Class: How State Dependency Reduces the Demand for Democracy (Vol. 11). Princeton University Press.
Apakah Kelas Menengah selalu pro terhadap demokrasi? Dalam teori modernisasi yang menjadi arus utama dalam penjelasan Demokratisasi, Kelas Menengah dipercaya sebagai kelompok masyarakat yang menggerakkan demokrasi di sebuah negara. Buku Barrington Moore jr., Social Origins of Dictatorship and Democracy (1966) sampai Buku Daron Acemoglu & Richard Robinson, Economic Origins of Dictatorship and Democracy (2005) menunjukkan resep yang serupa.
Selain itu, Teori Redistribusi, seperti yang disebutkan oleh Carles Boix, Democracy and Redistribution (2003), juga menunjukkan hal serupa. Demokratisasi menjanjikan redistribusi sumber daya dan kekayaan, sehingga demokrasi menjadi sistem yang diimpikan oleh banyak orang, khususnya kelas menengah. Bung Hatta, misalnya, pernah menyebut bahwa “demokrasi ekonomi” harus berjalan beriringan dengan “demokrasi politik”.
Sayangnya, tidak selamanya demikian. Bryn Rosenfeld meneliti negara-negara eks Uni Soviet yang mengalami autokratiasi pasca demokratisasi di tahun 1990an. Padahal, perekonomian tumbuh, pembangunan berjalan masif, dan kelas menengah menguat. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Penelitian tersebut dituliskan oleh Bryn Rosenfeld dalam disertasinya di Princeton University tahun 2015 lalu. Disertasi tersebut diganjar Juan Linz Best Dissertation Award, APSA Comparative Democratization Section. Pada tahun 2021, disertasi tersebut dipublikasikan oleh Princeton University Press dengan judul The Autocratic Middle Class: How State Dependency Reduces the Demand for Democracy. Buku ini pun mendapat banyak penghargaan, seperti Best Book Prize, APSA Democracy & Autocracy 2022 dan Ed A. Hewett Book Prize, Association for Slavic, East European, and Eurasian Studies 2022.

Leave a comment