Category: Uncategorized
-

Tadabbur Ramadhan (4)
Pada ‘Tadabbur Ramadhan’ edisi 1-3 yang lalu, telah kita bahas surat Al Fatihah, sebagai pengantar pada sendi-sendi agama kita. Insya Allah, pada ‘Tadabbur Ramadhan’ ke-4 dan beberapa edisi selanjutnya, akan kita angkat tema perihal ‘Menuju Taqwa Melalui Puasa’. Insya Allah, akan membantu kita semakin menghayati ibadah puasa selama satu bulan…
-

Hakikat Pendidikan, Mendidik Hakikat
HAKIKAT PENDIDIKAN, MENDIDIK HAKIKAT Seharusnya, pendidikan kita mampu mengantarkan setiap siswa pada nilai hakikat. Apa pun yang dipelajari, semuanya bermuara pada satu hal saja. Yakni, mengingat Allah. Bila mempelajari gravitasi, janganlah berhenti pada teori gravitasi Newton dengan segala rumusnya. Tetapi, pahamkan bahwasanya, ketika segala sesuatu itu kembali pada pusat bumi,…
-
Tak Sekadar Mampu Membaca
Dalam beberapa kesempatan menaiki KRL Commuter Line, tidak jarang melihat rendahnya kemampuan kita untuk memahami tulisan “Khusus untuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil”. Saya yakin, pengguna krl yang duduk di tempat yang tak seharusnya itu bisa membaca. Mereka membawa smartphone, setidaknya mereka mampu membaca atau sekurangnya mampu melihat gambar.…
-

Dukung dan Benci
Dukung dan Benci Berita: Cagub X menyelenggarakan pengajian Reaksi: Itu bukti dia peduli terhadap umat Islam Berita: Cagub Y menyelenggarakan pengajian Reaksi: Itu politisasi agama! *** Berita: Cagub X mengumpulkan dukungan Reaksi: Itu bukti ada dukungan rakyat Berita: Cagub Y mengumpulkan dukungan Reaksi: Itu mencuri start! *** Berita: Cagub X…
-

Perlukah Feminisme?
Tidak menjadi seorang feminis bukan berarti tidak menghargai hak-hak perempuan. Untuk menghargai perempuan pun tak perlu mengikuti paham feminisme. Sayangnya, banyak feminis yang mengampanyekan feminisme dengan mengambil titik ekstrem. Mendikotomikan tidak feminis berarti tidak menghargai perempuan. Padahal, cukuplah memahami Islam secara baik dan menjalankannya dengan benar, penghargaan terhadap perempuan dapat…
-

Mencegah Keburukan
MENCEGAH KEBURUKAN مَنْ رَأَ ى مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tangannya. Apabila belum mampu, maka cegahlah dengan lisannya. Apabila belum mampu, maka cegahlah dengan hatinya. Namun, yang demikian itulah selemah-lemahnya iman Hadis Riwayat Muslim…
-

Ghirah
Ghirah “Apabila Ghirah tak ada lagi, ucapkanlah takbir empat kali ke dalam tubuh umat Islam itu. Kocongkan kain kafannya, lalu masukkan ke dalam keranda dan antarkan ke kuburan”. Demikian Buya Hamka menuliskan dalam bukunya yang berjudul Ghirah: Cemburu Karena Allah. Seorang anak, tak akan rela ibunya dilecehkan orang lain, karena…
-

Resolusi Tahun Ini: Kuliah di PTN Impian
Resolusi 2017: Kuliah di PTN Impian *tulisan ini saya khususkan untuk adik-adik kelas 12 Salah satu impian tiap-tiap anak SMA di Indonesia adalah kuliah di PTN alias Perguruan Tinggi Negeri. Banyak alasan kenapa mereka mengejar PTN. Mulai dari gengsi universitas terbaik di Indonesia, idealisme kuliah dan ingin jadi mahasiswa, ada…
-

Damai
DAMAI Inilah wajah Islam yang sesungguhnya. Damai, adil, dan berakhlakul karimah. Sungguh, telah Allah limpahkan perdamaian bagi bangsa ini melalui umat Islam. Damai adalah akar makna dari Islam. Islam turun membawa misi perdamaian bagi semesta alam. Menjadi khalifah Allah di muka bumi untuk menjaganya daripada kerusakan tangan-tangan jahil dan zhalim.…