Author: Farhan Abdul Majiid
-

Personal Incredulity
Salah satu alasan keengganan sebagian masyarakat modern untuk bertauhid, ialah karena terjebak dalam logical fallacy “personal incredulity”. Ketika ada orang yang percaya bumi itu datar, bukan bulat, hanya karena dia merasa “toh kalau jalan-jalan ke mana saja tidak pernah terlihat lengkungannya”, itu merupakan personal incredulity. Ketika ada orang yang tidak…
-

Mengapa Kita Marah pada Unilever?
Beredar kabar mengenai dukungan terbuka Unilever pada LGBTQ+ melalui akun sosial media resmi perusahaan yang berbahasa Indonesia. Sontak, kemarahan dan kecaman datang dari masyarakat Indonesia, yang jelas-jelas mayoritas menolak LGBTQ+. Muncul juga seruan boikot terhadap produk Unilever dari berbagai pihak.
-

Rasialisme di AS dan Frantz Fanon
Melihat apa yang terjadi di AS akhir-akhir ini, penting kiranya menelisik tulisan-tulisan Frantz Fanon. Seorang psikoanalis kelahiran Martinique, koloni Prancis di Kepulauan Antilen. Bapaknya kelahiran Aljazair, yang dibawa oleh Prancis ke Martinique sebagai budak. Ibunya berasal dari keluarga birasial, Afro-Martinisian dan Alsatian (Prancis).
-

Tentang Riba: Meninjau Pandangan Thomas Aquinas
Berikut saya terjemahkan ecara singkat bagaimana pandangan Aquinas terkait uang dan pinjaman, dikutip dari buku “An Outline of the History of Economic Thought”, karya Screpanti & Zamagni.




